Postingan

kultum : Puasa Melatih Kita untuk Sabar

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, serta kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang dirahmati Allah, Salah satu hikmah terbesar dari ibadah puasa adalah melatih kita untuk sabar. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi latihan pengendalian diri secara menyeluruh. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kita menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Di sinilah kita belajar makna sabar yang sesungguhnya. Sabar artinya menahan diri. Menahan diri dari apa? Menahan diri dari keinginan yang berlebihan, menahan diri dari amarah, menahan diri dari perbuatan dosa, serta menahan diri dari reaksi yang tergesa-gesa. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia ...

Kultum: Keutamaan Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan yang penuh kemuliaan, bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Hadirin yang dirahmati Allah, Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Ia bukan hanya bulan menahan lapar dan haus, tetapi bulan pendidikan jiwa, bulan perubahan, dan bulan kebangkitan spiritual. Di tengah kondisi dunia sekarang yang penuh tantangan krisis moral, tekanan ekonomi, derasnya arus informasi, serta kehidupan yang serba cepat. Ramadhan hadir sebagai oase penyejuk hati dan penata kembali arah hidup kita. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” Ayat ini menegaskan...

Kultum: Menyambut Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada kesempatan ini kita masih diberi umur untuk menyambut datangnya bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman. Jamaah yang dirahmati Allah, Ramadhan bukanlah bulan biasa. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan ampunan, bulan rahmat, dan bulan pembebasan dari api neraka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan betapa besarnya kesempatan kita untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Namun, jamaah sekalian, yang sering menjadi masalah adalah kita menyambut Ramadhan hanya dengan persiapan fisik, tetapi lupa mempersiapkan hati da...

Khutbah Jumat : Bulan Sya'ban Sebagai Persiapan untuk Menyambut Berkah Ramadhan

Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang. Letaknya berada di antara dua bulan besar, yaitu Rajab dan Ramadhan. Karena fokus kita sering tertuju pada Ramadhan, maka Sya’ban kerap terlewat begitu saja tanpa persiapan yang matang. Padahal, Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang keutamaan bulan ini. Beliau bersabda: “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah, dan aku senang ketika amalanku diangkat aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An-Nasa’i) Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam. Pertama, Rasulullah ﷺ menyebut Sya’ban sebagai bulan yang dilalaikan manusia. Artinya, banyak orang kurang memanfaatkan bulan ini untuk beribadah. Kedua, Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika amal kita akan dihadapkan kepada Allah, maka sudah sepatutnya kita memperbaiki kualitas ibadah dan amal saleh kita, bukan justr...

Khutbah Jumat: Nikah Dulu atau Mapan Dulu?

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Jamaah yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemuda dan orang tua: “lebih baik nikah dulu atau mapan dulu?” Pertanyaan ini sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kehidupan. 1. Islam Menganjurkan Menikah Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur: 32) Ayat ini menunjukkan bahwa kemiskinan bukan penghalang utama untuk menikah , selama ada ikhtiar dan tawakal kepada Allah. Bahkan Allah sendiri menjanjikan kecukupan setelah menikah. Begitu juga sabda Nabi SAW: “Wahai para ...

Keadilan dan Kesetaraan Peran Laki-laki & Perempuan dalam Keluarga

    1. Keluarga: Tempat Pertama Menumbuhkan Keadilan Keluarga adalah madrasah pertama bagi setiap manusia. Di sinilah anak-anak belajar arti keadilan, tanggung jawab, dan kasih sayang. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” Ayat ini menunjukkan bahwa pondasi keluarga adalah kasih sayang dan ketenangan , bukan kekuasaan satu pihak atas pihak lain. Maka, keadilan dalam keluarga bukan tentang siapa yang “lebih tinggi”, tetapi bagaimana setiap peran dijalankan dengan saling menghormati .   2. Peran Bukan Kompetisi, tapi Kolaborasi Islam tidak pernah menempatkan laki-laki dan perempuan dalam kompetisi , melainkan dalam kerjasama yang adil . Laki-laki memiliki tanggung jawab utama sebagai qawwam (pelindung, penanggung jawab). “...

BERIMAN TIDAK HANYA SEBATAS LISAN

Gambar
Sebagai umat Islam yang beriman, keyakinan kita kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan itu sendiri. Dalam rukun iman, jelas dinyatakan bahwa kita wajib beriman kepada para nabi dan rasul, dan Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi, sebagaimana beliau sendiri bersabda: “Tidak ada nabi setelahku.” Allah menegaskan dalam firmannya   مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40) Keyakinan ini bukan hanya sebatas doktrin, melainkan juga menjadi dasar sikap, perilaku, serta cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Mengenal Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan iman. Bagaimana mungkin kita beriman kepada beliau tanpa mengetahui siapa beliau? Allah sendiri memerintahkan manusia untuk mengenal dan meneladani...