Kultum: Menyambut Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada kesempatan ini kita masih diberi umur untuk menyambut datangnya bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukanlah bulan biasa. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan ampunan, bulan rahmat, dan bulan pembebasan dari api neraka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan betapa besarnya kesempatan kita untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Namun, jamaah sekalian, yang sering menjadi masalah adalah kita menyambut Ramadhan hanya dengan persiapan fisik, tetapi lupa mempersiapkan hati dan iman. Kita sibuk menyiapkan menu sahur dan berbuka, sibuk belanja kebutuhan Ramadhan, namun kurang menyiapkan taubat, niat, dan tekad untuk berubah.
Padahal para ulama mengajarkan, siapa yang mempersiapkan dirinya sebelum Ramadhan, maka ia akan meraih Ramadhan dengan sungguh-sungguh. Maka langkah pertama menyambut Ramadhan adalah bertaubat kepada Allah. Membersihkan hati dari dosa, memohon ampun atas kelalaian shalat, kurangnya dzikir, dan dosa-dosa yang mungkin kita lakukan tanpa sadar.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Langkah kedua adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Jangan sampai kita masuk Ramadhan dengan hati yang penuh dendam, iri, dan permusuhan. Karena amal ibadah kita bisa terhalang hanya karena kita enggan memaafkan. Ramadhan adalah bulan pembersihan hati, bukan hanya menahan lapar dan dahaga.
Langkah ketiga, mari kita niatkan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Perbanyak tilawah Al-Qur’an, jaga shalat lima waktu dan shalat berjamaah, hidupkan malam-malam Ramadhan dengan tarawih dan qiyamul lail, serta latih diri untuk bersedekah dan berbagi.
Jamaah sekalian,
Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut Rasulullah ﷺ: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” Ini terjadi karena puasanya hanya fisik, sementara lisan, mata, dan hatinya tidak ikut berpuasa. Maka mari kita jaga lisan dari ghibah dan dusta, jaga pandangan dari yang haram, dan jaga hati dari penyakit-penyakit hati. Semoga puasa kita bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi melahirkan ketakwaan, sebagaimana tujuan puasa itu sendiri.
Akhirnya, mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang gembira, penuh harap, dan penuh kesungguhan. Semoga Allah ﷻ menyampaikan usia kita hingga Ramadhan, menerima seluruh amal ibadah kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Marhaban ya Ramadhan, ahlan wa sahlan ya syahrash shiyam.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar