BERIMAN TIDAK HANYA SEBATAS LISAN
Sebagai umat Islam yang beriman, keyakinan kita kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan itu sendiri. Dalam rukun iman, jelas dinyatakan bahwa kita wajib beriman kepada para nabi dan rasul, dan Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi, sebagaimana beliau sendiri bersabda: “Tidak ada nabi setelahku.” Allah menegaskan dalam firmannya مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40) Keyakinan ini bukan hanya sebatas doktrin, melainkan juga menjadi dasar sikap, perilaku, serta cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Mengenal Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan iman. Bagaimana mungkin kita beriman kepada beliau tanpa mengetahui siapa beliau? Allah sendiri memerintahkan manusia untuk mengenal dan meneladani...